← Kembali ke Bacaan

Tanda-Tanda Persalinan dan Tanda Bahaya Kehamilan

Artikel kesehatan ibu · Bersumber dari publikasi resmi Kementerian Kesehatan RI

Menjelang persalinan, tubuh ibu memberi tanda-tanda yang perlu dikenali. Sebagian keluhan kehamilan bersifat wajar dan akan hilang sendiri, tetapi ada keadaan tertentu yang menjadi tanda bahaya dan memerlukan pertolongan tenaga kesehatan segera. Mengenali tanda-tanda ini membantu ibu dan keluarga mengambil keputusan dengan tepat.

Infografis tanda bahaya kehamilan
Infografis tanda bahaya kehamilan. Sumber: Kementerian Kesehatan RI / Ayo Sehat (ayosehat.kemkes.go.id).

Tanda-Tanda Persalinan

Persalinan sebaiknya ditolong oleh tenaga kesehatan (bidan atau dokter) di fasilitas kesehatan, karena menggunakan peralatan yang aman, bersih, dan steril sehingga menurunkan risiko infeksi.

Tanda Bahaya Persalinan

Bila ada tanda bahaya tersebut, ibu harus segera dibawa ke bidan atau dokter.

Tanda Bahaya pada Masa Kehamilan

Mengapa Persalinan Harus Ditolong Tenaga Kesehatan?

Persalinan yang ditolong tenaga kesehatan (bidan, dokter, atau tenaga medis lainnya) lebih terjamin keselamatannya karena penolong sudah ahli dan menggunakan peralatan yang aman, bersih, serta steril. Hal ini mencegah terjadinya infeksi dan bahaya kesehatan lain bagi ibu maupun bayi. Karena itu, ibu hamil dianjurkan merencanakan tempat persalinan dan menyiapkan transportasi serta pendonor darah sebagai langkah siaga.

Yang Perlu Dilakukan

Beberapa kehamilan memiliki risiko lebih tinggi dan perlu perhatian ekstra, misalnya yang terkait kondisi "4 terlalu dan 3 terlambat" (hamil terlalu muda, terlalu tua, terlalu banyak melahirkan, atau terlalu dekat jarak kehamilannya), anemia, dan tekanan darah tinggi. Ibu dengan kondisi seperti ini dianjurkan lebih sering memeriksakan kehamilan dan merencanakan persalinan di fasilitas kesehatan yang memadai.

Ibu hamil dianjurkan memeriksakan kehamilan secara rutin sesuai jadwal, membawa Buku KIA, dan memahami tanda bahaya bersama keluarga. Jika muncul salah satu tanda bahaya, jangan menunggu hingga keluhan memberat — segera cari pertolongan ke bidan, puskesmas, atau rumah sakit terdekat.

Sumber

Terakhir diperbarui: 11 Oktober 2026