Kunjungan Masa Nifas (KF1–KF4)
Masa nifas adalah masa pemulihan setelah melahirkan, berlangsung hingga sekitar 42 hari (6 minggu). Pada masa ini ibu dan bayi dianjurkan menjalani pemeriksaan kesehatan minimal empat kali untuk mencegah dan mendeteksi dini komplikasi. Pemeriksaan dilakukan oleh bidan atau dokter di fasilitas kesehatan, dengan membawa Buku KIA.
Jadwal Kunjungan Nifas (KF1–KF4)
- KF1 — 6 jam sampai 2 hari setelah melahirkan.
- KF2 — hari ke-3 sampai hari ke-7 setelah melahirkan.
- KF3 — hari ke-8 sampai hari ke-28 setelah melahirkan.
- KF4 — hari ke-29 sampai hari ke-42 setelah melahirkan, sebagai penilaian akhir masa nifas.
Pemeriksaan ibu dan bayi dilakukan bersamaan pada setiap kunjungan.
Perubahan Normal pada Tubuh Ibu
Selama masa nifas, tubuh ibu mengalami sejumlah perubahan yang umumnya normal. Payudara dapat terasa kencang atau membengkak saat menyusui; keluhan ini bisa dikurangi dengan kompres hangat atau dingin atau menggunakan pompa ASI. Muncul kram atau nyeri perut karena rahim berkontraksi untuk kembali ke ukuran semula. Cairan nifas (lokia) keluar selama 2–4 minggu sebagai cara alami tubuh membersihkan rahim. Rambut juga mudah rontok dan kulit dapat timbul guratan halus (stretch mark), yang akan membaik dalam beberapa bulan.
Pemeriksaan Kesehatan Ibu
- Tanda vital: mengukur tekanan darah, suhu tubuh, pernapasan, dan denyut nadi untuk mendeteksi komplikasi. Pemeriksaan darah juga dapat dilakukan untuk memeriksa kadar hemoglobin dan risiko anemia.
- Rahim dan jalan lahir: memeriksa kontraksi rahim, kondisi jalan lahir, serta tanda infeksi, termasuk pemantauan perdarahan (darah lokia).
- Payudara: memeriksa bentuk payudara dan puting serta kemungkinan pembengkakan atau infeksi yang dapat terjadi bila cara menyusui tidak tepat.
- Kondisi psikis: memantau emosi dan kesehatan mental ibu, karena ibu nifas rentan mengalami depresi atau baby blues.
Pemeriksaan juga disertai pemberian vitamin A, konseling, perawatan ibu setelah melahirkan, serta pelayanan kontrasepsi (KB pasca salin).
Pemeriksaan Kesehatan Bayi
Pemeriksaan bayi bertujuan mendeteksi kelainan sejak dini. Penilaian awal dilakukan melalui skor APGAR (Appearance, Pulse, Grimace, Activity, Respiration) pada menit pertama dan menit kelima setelah kelahiran; skor 7 atau lebih menunjukkan kondisi normal. Pemeriksaan juga mencakup berat badan dibandingkan masa gestasi, pemeriksaan mulut, anus, garis tengah tubuh, serta jenis kelamin.
Yang Perlu Dilakukan Ibu
Meski tidak merasakan keluhan, ibu tetap dianjurkan memeriksakan diri dan bayi sesuai jadwal. Kenali perubahan tubuh yang normal pada masa nifas, seperti payudara terasa kencang saat menyusui, kram perut akibat kontraksi rahim, dan cairan nifas yang keluar selama 2–4 minggu. Sampaikan kepada tenaga kesehatan bila muncul keluhan yang mengkhawatirkan.
Sumber
- Yuk, Rutin Periksa Kesehatan Ibu dan Bayi Selama Masa Nifas — Kementerian Kesehatan RI
- Buku KIA 2024 (PDF) — Kementerian Kesehatan RI
- Buku KIA – Kesehatan Ibu dan Anak — Kementerian Kesehatan RI
Terakhir diperbarui: 11 Oktober 2026